Showing posts with label love story. Show all posts
Showing posts with label love story. Show all posts

Thursday, 26 October 2017

takdir?

Posted by wulansetya at 03:12 0 comments

Memang sepertinya sejak awal aku tidak ditakdirkan untuknya. Bahkan kini bertemupun semesta tidak mengizinkan. Sedari awal memang kita bukanlah dua insan yang ditakdirkan untuk bersatu.

Padahal selama ini pikiranku sudah melayang pada arti pertemuan kita hingga keakraban kita yang harus melewati waktu hingga 5-6 tahun. kenapa kita membutuhkan waktu selama itu untuk bisa bercengkrama seperti saat ini?

Lalu jika bukan benar-benar ditujukan untuk ku, kira-kira apakah arti kehadirannya bagiku? Agar dia bisa melupakan mantan pacarnya itu? Agar aku bisa move dari manusia bernama iyad?

Alasan yang tidak cukup kuat, karena saat ini jujur saja aku masih bergantung dengan orang itu, meskipun aku perlahan-lahan mencoba untuk terus bergerak tanpa teresap oleh energinya

Lalu apa alasannya? Apa arti kehadirannya untukku? Memberikan euforia sesaat dan penderitaan tanpa batas? Padahal aku ingin mengerti apa alasan orang itu masuk ke kehidupanku. dan aku terus menerka-nerka hingga lelah dan kadang ingin menyerah.

Setiap kali aku ingin menyerah, kata-kata "sebenarnya sejak awal kita tidak cocok, dan aku tahu itu" terus bergaung di telingaku, persis seperti kalimat pembukaku pada tulisan ini. tapi seperti manusia penasaran lainnya, aku akan terus mencarinya tepat ketika dia mengupdate berita terkininya melalui instagram storynya.

kadang aku tak bisa menahan diriku untuk tidak berkomentar pada story miliknya. Hingga kadang tanpa sadar aku telah masuk ke chat room di line bertuliskan namanya di pojok kiri atas dan menuliskan "apa kamu masih hidup malam ini?" sebagai tanda aku mencarinya.

Aku mencarinya walaupun dia tidak mencariku. aku mencarinya bahkan ketika aku merasa gila, ketika aku bahkan tidak memiliki topik tertentu untuk di gulirkan malam itu. dan terkadang ketika ku sedang tidak berada di mood yang baik, dia tiba-tiba muncul mencariku.

Ha! Ya dia mencariku, bahkan mengajakku untuk pergi bersamanya, memintaku mengunjungi kediamannya, meminta izinku untuk mengunjungi kediamanku. Membuatku semakin bertanya apa sesungguhnya arti diriku untuknya? yang ketika kupertanyakan malah dijawab dengan "kita teman, jangan salah paham, karena lu mantannya teman gue, gue nggak mau tongkrongan jadi hancur gegara hal ini"

Y

ha..

Ataukah ini yang namanya karma? hahaha oke kuakui setelah aku sedikit mengenalnya, aku tau dia mungkin akan menjadi orang yang paling aku benci. bukan tanpa alasan, zodiaknya virgo. Dan sampai mati mungkin seorang leo takkan pernah bisa mengerti virgo dan seorang virgo tidak akan pernah bisa memenuhi kebutuhan leo.

oh ya mengenai karma, ya aku dulu pernah berhubungan lama dengan seorang virgo sampai-sampai ketika berpisah aku bahkan berjanji tidak mau lagi mencari pria dengan zodiak virgo. Bahkan ketika melihat horoscope pun aku harus melewati bagian virgo.

Aku benar-benar membenci semua sifatnya. Aku bahkan tidak suka bagaimana dia membalas pesanku ketika moodnya sedang tidak bagus di hari itu. aku benar-benar tidak menyukainya. Aku benar-benar tak mau membayangkan bagaimana aku akan menjadi monster bila terus menerus dekat dengannya.

Aku benar-benar tak menginginkannya. Satu-satunya hal yang menarik pada dirinya hanyalah fisiknya. aku mungkin tergila karena fisik yang ia miliki. Badan yang proporsional, wajah yang rupawan, gaya yang selalu kekinian, pakaian yang selalu rapi dan sangat cocok untuknya. Aku suka.

Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil dari sini adalah.... Udah cari yang lain! When things supposed to be there, yakinlah it'll still be there. Sama kayak dia. yha kalopun dia bukan buat gue, yasudah aku mundur dengan teratur. Ya mungkin satu-satunya yang aku sesali adalah, tak terungkapnya jawaban mengapa aku dan dia dipertemukan, bahkan bukan dalam jangka waktu yang singkat?


Tangerang Selatan, Mixed Affective, 26 october 2017

Sunday, 7 May 2017

Self Talk 1

Posted by wulansetya at 00:39 0 comments

karena kadang bergelut dengan pikiran sendiri adalah hal yang menyebalkan. dimana hati menjadi tidak karuan dibuatnya. kadang suatu hal yang remeh akan semakin besar jika terus menerus diintervensi oleh pikiran sendiri.

jadi bagaimana solusinya? apakah kita tidak berhak untuk berpikir? apakah kita hanya akan melihat yang telah di lihat oleh mata tanpa harus memikirkan makna tersembunyi dari apa yg telah kita lihat?

lan, kamu bukan orang bodoh. tapi kamu terus menerus menceritakan nirvana kepada semua orang dan membangun nerakamu sendiri dalam pikiranmu. tanyalah hatimu, seberapa percaya kamu sama seseorang itu? lalu tanya otakmu, sejauh mana hati benar dalam melakukan tugasnya. jikalau masih ada yang tidak beres, tanya lagi hatimu hingga suatu saat kamu akan menyadari satu hal.

jika memang kamu sayang sama seseorang, seberapapun cacatnya orang tersebut akan termaafkan. dan lagi-lagi kamu akan bersikap seperti orang bodoh yang tak pernah memikirkan konsekuensi dari perbuatannya.


dan akan menyesalinya di kemudian hari.

dan akan melupakannya sesaat setelah penyesalan memudar menjadi rasa optimis terhadap diri.

dan akan melakukan hal yang sama untuk orang yang berbeda untuk kesekian kalinya.

pathetic!

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 4 May 2017

Tuesday, 28 March 2017

Obrolan Seorang Sahabat

Posted by wulansetya at 23:31 0 comments

sore itu, ditemani ayam goreng tepung kesayangan yang sudah ludes disantap oleh kami berdua. pembicaraan antar sahabat, dimulai dari persoalan seputar kerjaan, makeup sampai masa lalu.

laptop yang masih menyala, menampilkan tulisan yang minta untuk segera diselesaikan, berisi review sebuah produk kecantikan yang merupakan 'kerjaan sampingan' kami saat ini.

"jadi ini gimana ya? lanjutin lagi atau gimana? gue buntu"

"yaudah kalo udah buntu diakhiri saja"

"ah ide bagus! akhirinya pake final verdict aja ya? love hatenya gue"

"iya terserah lu"

sembari gue menyelesaikan tulisan, dia masih sibuk mengeluhkan tentang pekerjaannya, bagaimana ia diperlakukan tidak adil oleh perusahaan tempatnya bekerja.

setelah selesai, laptop gue matikan tanda kerjaan gue sudah selesai. perlahan, alur pembicaraan kita mulai merambah ke masa lalu. terutama masalah hati dan ikatan pertemanan kita.


"iya loh gue baru sadar, kita bisa lebih intense lagi semenjak kita lepas dr pasangan masing-masing" ujar gue memulai pembicaraan.

"sebenarnya sih, gue bisa bisa aja ketemu lo dulu, cuman kaliannya aja sibuk, lo juga selalu nggak bisa gue ajak keluar kan?"


gue diam. gue resapin kalimatnya cila berulang-ulang. iya ya? kenapa dulu gue malah asik sendiri dengan dunia yang bahkan gak gue cinta-cinta banget? dan gue melabeli diri gue sendiri sebagai sahabatnya. yang bahkan diajak keluarpun susah banget.

gue nggak pahamin apa yang dia rasain, selalu ngerasa bisa memahami perasaan sahabat gue sendiri, padahal dia pernah cerita ke gue aja enggak? ya paling sih cerita sekilas-sekilas aja. dan gue melabeli diri gue sebagai sahabat? wah hahahaha hebat betul kamu lan!

dan ternyata, Tuhan memberikan gue arah yang lebih baik. dipisahkan dari orang yang membuat kehidupan jiwa dan raga gue selalu negatif, serta didekatkan dengan orang-orang yang bisa membuat gue bangkit kembali. menjadi wulan yang sekarang.

gue inget banget, saat gue putus, orang yang pertama kali gue telpon sambil nangis-nangis adalah safirah. gue baru ke dia disaat kondisi gue udah down banget dan gue nggak pernah tuh dengerin firah cerita ke gue. sama sekali.

dan gue menyadari, ada tujuan-tujuan khusus kenapa suatu hal harus terjadi. dan kemungkinan sebentar lagi gue akan mengetahui kenapa gue dan si anak bebek dipisahkan.

Tangerang Selatan, Mania, 28 Maret 2017.

Lans

Friday, 24 March 2017

Move On and a Stolen Kisses?

Posted by wulansetya at 01:04 0 comments

Hi blog! it's been a long time *bersih bersih debu* kembaliku kesini seperti biasa, untuk melakukan self healing dengan menulis.

ada banyak hal yang belum sempat aku tuliskan. rasanya akan panjang jika aku menguraikannya satu per satu. tapi akan aku coba untuk ceritakan semuanya melalui media ini.

beberapa waktu lalu, gue (well, lebih enak pake gue kalo cerita) kembali ke posisi yang hmm bisa dibilang serba salah. gue mencintai seseorang yang memang tidak seharusnya gue lihat sebagai seorang laki-laki. dan orang itu jelas menolak gue untuk berada di dunianya, kemudian memilih untuk membawa seseorang masuk ke kehidupannya yang dengan otomatis menyingkirkan gue dari permainan.

pada awalnya gue merasa, "she's gonna be like his ex, we'll wait and see". tapi semakin gue mendapatkan penjelasan dr dia, semakin gue takut kalo hubungan kali ini akan berhasil. gue takut untuk mengaku kalah, gue takut akan kehilangan sosok yang paling membuat hidup gue bahagia selama beberapa tahun belakangan.

lalu Tuhan, entah bagaimana caranya, selalu memberikan orang-orang terbaiknya untuk datang ketika gue sedang dihancurkan. iya gue sedang merasa hancur ketika orang ini datang. nothing special at first. dan mungkin terlalu terlihat bagaimana dia ingin sekali dekat dengan gue pada saat kita latihan. bagaimana dia berusaha untuk membuat kontak dengan gue dan bagaimana dia berusaha untuk membuat gue seperti putri.

gue sangat paham typical cowok playboy yang manis ke para gebetannya, gue menjadikan hati lama menjadi benteng pertahanan untuk tidak jatuh ke dalam muslihatnya *apaan sik?* apalagi dengan sifat-sifatnya yang sangat amat sangaaaat gue benci. cemburu, overprotektif, egois, tempramen, playboy. bam! nggak ada satupun kesan baik yg tergambarkan pada awal-awal pendekatan kita, dan yang hubungan paling aneh yang pernah gue punya tuh ya sama anak ini. kita pacaran aja enggak, kenal juga baru tapi berantem setiap hari nggak pake putus.

anak ini selalu bikin emosi gue meluap. membuat semua energi gue menguap dan terkuras habis. gue tenggelam ke dalam perdebatan yang nggak pernah gue bayangin bisa kita perdebatkan. sampai akhirnya satu topik itu muncul, dia mencoba jujur dengan perasaannya. tidak, dia tidak bilang mencintai gue apalagi menyayangi. I know that I would yelled at him if he did. because it's all bullshit. he was trying to be honest, he told me that he was interested at me, and tried to love me. tapi dia bilang gue kelihatan masih belum bisa move on dan dia mencoba untuk berhenti.

entah emang gue yang gak mau kehilangan fans atau gimana *uhuk fans* gue malam itu berusaha meyakinkan dia kalo semua butuh proses, dan gue nggak secepat itu untuk mengubah perasaan gue yang tadinya teruntuk anak bebek kesayangan, menjadi untuk sang pemimpin berkarisma. dan kita berdebat akan topik yang sama berulang-ulang selama beberapa waktu. dan mempermasalahkan hal-hal receh yang terjadi setiap hari.

bukankah seharusnya pdkt itu berisi hal-hal indah didalamnya? bukankah pdkt itu membuat pasangannya merasa baik? tapi kita enggak, he let me down. berulang-ulang sampai gue nggak kuat lagi. gue berusaha tinggalin dia. gue berusaha menjaga benteng gue agar tidak runtuh. tapi suatu sore, gue tiba-tiba terpikir sesuatu, dan kata-kata itu meluncur begitu saja kepada salah seorang sahabat.


"kayaknya gue mau move on deh"

iya move on. nggak salah baca kok!


gue teringat percakapan waktu gue sama dia abis jalan bareng seharian, "kamu sih, kalo ada apa-apa nggak pernah ceritanya sama aku. apa-apa ke mantan, apa-apa ke mantan, pengen balik lagi kali sama mantannya?" dan gue sanggah dengan, "apa salahnya berteman? toh kita udah sama-sama move on kok" dengan intonasi yang tinggi khas amarah sang raja singa. maka dari itu, gue mencoba untuk mencurahkan perasaan gue ke dia.

"kamu sibuk? aku mau curhat dong? kayaknya aku mau move on deh"

gue berpikir dengan gue membuka obrolan seperti ini, responnya akan bagus. dia akan melihat peluang gue membukakan hatinya untuk dia. ternyata gue salah. dia marah besar, jauh dari apa yang gue harapkan. kita berdebat hebat, seperti perdebatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. dan berakhir dengan... dia berniat untuk melepaskan gue gitu aja.

men bayangin, disaat lo mau membuka perasaan lo untuk orang yang bilang dia suka sama lo tapi diaaaa malah marah dan menyalahkan apa yang sudah terjadi ini adalah sebab dari perbuatan lo dan dia meninggalkan lo gitu aja. sakidh men sakidddddddhhhhhh (pake d sama h)

but life must go on kak. agar tidak depresi, gue berusaha mencari bantuan sebanyak-banyaknya. dimulai dari sahabat gue. sebut aja namanya cila, setelah gue menceritakan hal yang sangan rumit itu, dia menanggapinya dengan, "ya salah elu, **** nggak salah kok, dia bener menurut gue dan gue setuju sama yg diomongin ****, blablabla"

*aku mau mati aja disalahin* wkwk

gue mencoba untuk mencerna dalam dalam. ya... emang kalo dipikir-pikir ini salah gue sih dan iya juga ada benarnya pikiran anak ini. lalu gue nggak tau harus berbuat apa, dan minta petunjuk kira-kira gue harus bagaimana? dan gue mencapai pemikiran, "lo harus berubah, bukan demi doi, tapi demi lo dengan versi yang lebih baik"

karena gue pernah baca salah satu quotes yang entah gue liat dimana, "jodoh itu merupakan cerminan dirimu". deng! gue harus lebih baik lagi kalo mau punya jodoh yang baik. gue nggak bisa terus menerus mempermainkan perasaan orang lain. memberikan label playboy ke orang itu, padahal dirinya sendiri nggak jauh berbeda.

gue mencoba untuk menghubungi dia lagi. tapi apa yang pernah baik tidak akan menjadi sama lagi kan setelah dirusak? begitu pula dia, sikapnya berubah menjadi sedingin salju. bahkan dia dengan jelas mengabaikan keberadaan gue. sampe gue nggak tahan dan ingin stop rasanya.

akhirnya gue menghubungi seorang sahabat, sebut saja om. om mengatakan, "kalo capek berhenti aja dulu, nggak usah mikirin siapa-siapa. karena lu perempuan dan takdir lu adalah dipilih, tapi lu berhak memutuskan akan lanjut atau enggak. inget ya berhenti, istirahat jangan batu".

dan gue berhenti. rasanya jauh lebih baik. lebih hidup. lebih tenang dan emosi gue mereda. dia mulai hubungin gue dan berusaha untuk memainkan emosi gue pun gue nggak terpancing sama sekali. gue bahagia jadi orang yang baru.

hingga pada akhirnya, saljunya pun mencair. sikapnya kembali hangat. bahkan lebih hangat dari biasanya. dan entah dengan magic apa, kita nggak pernah meributkan hal-hal receh lagi. yang ada hanya senyum senyum tipis yang bergurat diwajah ketika kita chattingan. chat kita pun nggak se-kaku dulu, kini lebih dinamis, penuh dengan emosi positif.

pertemuan pertama pasca kami "rujuk" kembali pun tercipta. dia memeluk gue, dengan berbisik, "aku kangen kamu, yang, kamu nggak kangen apa?" yang gue respons dengan senyuman dibibir. pertemuan itu cukup singkat, namun sangat-sangat menyenangkan. pertemuan hari itu ditutup dengan ciuman mesra. baru kali itu gue melihat wajahnya begitu dekat. senyumnya manis, matanya indah. dia tampan. lalu dia mencium gue sekali lagi, dan bergegas pergi ke kampus.


Tangerang Selatan, Mania, 24 Maret 2017

Lans

Monday, 20 February 2017

Instant Karma

Posted by wulansetya at 13:58 0 comments

do you believe in karma?

kalo gue sih yes. ya selain memang di ajaran agama gue sendiri itu memang mengharuskan gue untuk percaya dengan adanya karma. what goes around comes around. ya gitulah.

kadang ada karma yang bisa lo dapatkan saat itu juga, tapi ada juga karma yang lo dapatkan bertahun-tahun kemudian. disaat lo juga udah lupa pernah melakukan hal itu. dan teringat kembali setelah karmanya berlangsung, get that?

gue sedang mengalami hal yang ke dua. dimana gue lupa pernah melakukan suatu hal, dan teringat kembali setelah karmanya berlangsung.


perbuatan baik, selalu dibayar dengan kebaikan. begitupula sebaliknya, perbuatan buruk, akan selalu dibayar dengan keburukan. lo akan memetik apa yang lo tanam. gue sedang memetik karma buruk hahaha dan gue baru menyadari ketika seseorang datang ke kehidupan gue dan melakukan hal yang sama persis seperti yang pernah gue lakukan ke seseorang.


apakah gue menyesal? yes, for some reasons.


tapi dengan ini akhirnya gue belajar. ternyata nggak enak loh diperlakukan seperti itu. padahal,  dua tahun belakangan, gue memang tak melakukan hal itu, gue mulai berbenah untuk satu hal yang lebih baik. untuk jadi pribadi yang lebih santun dan tidak meninggikan ego diatas segala-galanya. dan ketika tiba-tiba diperlakukan seperti apa yang pernah gue lakukan, gue cuman bisa ketawa getir, sambil ngebatin dalam hati, "oh begini ya karma? betapa sakit hatinya orang yang pernah gue sakitin, gini ya rasanya sakit?"


dan orang yang datang itu, yang mulanya gue pikir cuman mainan. yang dengan sombongnya, gue cap bocah playboy, tukang bohong, nggak bisa dipercaya dan bilang nggak akan naruh hati, sekarang sedang mengobrak-abrik pertahanan gue. Iya sih ngerti, playboy dimana-mana manis, mainnya cantik, apalagi kalo sudah berpengalaman. baper-baper dikit pasti ada lah, nggak bisa dipungkiri dan dielakan.

yah, mungkin ini yang namanya instant karma.

Tangerang Selatan, Mixed Affrctive, 20 February 2017

Monday, 16 January 2017

senyuman

Posted by wulansetya at 02:24 0 comments

senyuman itu adalah senyuman paling manis yang pernah gue lihat.
senyuman termanis yang Tuhan pernah ciptain.
senyuman yang mungkin akan membekas hingga 10 atau 15 tahun yang akan datang.
senyuman yang paling bikin hati gue tergelitik saat melihatnya.

even itu hanya melalui sebuah foto!

tapi mengapa senyuman itu tak dapat gue miliki?
mengapa senyuman itu juga yang akhirnya memberikan rasa sakit?
senyuman itu juga yang membuat aku mengutuk diriku sendiri untuk berhenti memandangnya?

mengapa?

gue rasa Tuhan sedang menunjukan keadilannya saat ini :)

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 16 januari 2017

Saturday, 5 November 2016

blah

Posted by wulansetya at 03:58 0 comments

cinta gue kayak lagi diuji aja gitu. masalah disini penenang disana. penenangnya nggak nguati. tahan tahan dia fatamorgana lan 🙈

Sunday, 18 September 2016

The Best Birthday Gift Ever!

Posted by wulansetya at 09:48 0 comments

dia bilang, "ini kado ulang tahun buat kamu" *sambil nunjukin foto* dia ngambil foto ini pake kamera hp gue ketika kita lagi dinner tepat di hari ulang tahun gue.

gue ketawa ngakak! masalahnya kenapa harus foto itu? nggak ada yang lebih ganteng dari itu apa? hahaha kadonya cuman foto itu like seriously? lol

lalu dia lanjutin, "bagus! nanti di print yang gede terus di tempel di langit-langit, jadi tiap kamu buka mata kamu langsung lihat wah ada malaikat diatas"

ya Tuhan, kalo inget itu gue mau ngakak! :))

terus tadi nggak sengaja buka fotonya dan mikir, kayaknya mau gue print nih, trus gue taruh di langit-langit kayak yang dia bilang kayaknya seruuuu bahahahahahahaha

gue ngerasa ini adalah kado ulang tahun terbaik yang pernah gue dapetin :))

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 18 September 2016

Monday, 1 August 2016

[Random Talk] Holy-day part. 1

Posted by wulansetya at 09:24 0 comments

hallo! ini adalah hari ke 35 gue berada di bali. asam manis pahit asin semuanya saling melengkapi pada liburan gue kali ini.

terlalu banyak hal yang kayaknya mesti banget gue tulis, yaaa biar bisa gue baca suatu saat nanti. sebenernya sih gue pengen let it be in ajaaa gitu, enggak usah ditulis apalagi di publish gini di blog. cuman yaaa sayang aja sih kalo ceritanya menguap gitu aja dari pikiran gue~ *ya bilang aja males lan*

hari ini sih gue abis jalan sama si bep. ya enggak kemana-mana juga sih. makan di mess, nonton, ke sanur yang cuman beli gellato doang, sampe yang galau nyari makan. dan akhirnya makan di kfc gatsu. ditambah ada dea sama eja.

minggu depan sih ada rencana buat mantai gitu berempat sama kak yudha, dea dan si bep. tadinya sih mau ngecamp gitu. cuman ternyata kak yudha dv bisa ngecamp dan harus balik. belom diomongin lagi sih gimana gimananyaaa. semoga aja bukan sekedar wacana~

eh ini random talk aja ya? haha

anyway, gue melakukan kesalahan lagi, lagi, lagi dan lagi. ga paham sih, apa hal itu masih bisa dikatakan kesalahan? soalnya kan gue nggak bego-bego banget buat ngulang kesalahan yang sama. dan gue ngerasa kali ini emang berlebihan sih. tapi entahlah. toh gue nggak paham juga harus bahas ginian sama siapa?

kalo cerita sama kakak nanti yang ada dipecat jadi adek langsung wkw, sama emak juga nggak mungkin kan apalagi sama bokap. habis ntar anak orang wk. mungkin, disimpan dalam hati saja.

ngomongin soal hati, random sih. cuman gara-gara tadi si bep buka galery foto dan nunjukin foto nba*w, sekarang jadi keinget sih. udah biasa sih perasaannya ke dia. cuman entah kenapa ngerasa terusik aja. apalagi dibuat bercandaan bareng sama si bep. mungkin lagi lagi gue masih diuji, seberapa banyak gue udah move on dari nba*w. apakah masih ada yang tertinggal? atau udah pindah sepenuhnya?

gue jatuh hati, terlalu dalam sih menurut gue. cuman as usual, yang gue suka bilang belum bisa. halah. gue mencoba untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam hati. karena gue nggak mau kejadian yang sama terulang lagi. tapi entah kenapa gue ngerasa sama bodohnya. mencintai orang gang bahkan nggak mencintai gue. tapi nggak tau kenapa, gue merasa okay dengan hal itu. gue ngerasa akan ada waktunya gue ada effort mencintai dan dicintai balik sama orang itu. bukan yang main-main, bukan yang gue terima karena cuman disukain.

eh iya balik lagi soal liburan! wkwk

gue ke bali bareng sama sahabat suka-duka-kulineran gue, dets. dia disini sekitar 6 hari gitulah, pas masih bulan ramadhan. alhasil dia liburan dengan puasa dong man! haha kita di badung 2 hari dan sisanya ke buleleng.

kita ke buleleng di hari ke 2, barengan sama riad dan kak yudha. nginep sehari di rumah mereka. lalu besoknya kita jalan ke air panas banjar dan krisna oleh-oleh. niatnya sih mau makan malem diluar juga atau karaokean gitu. tapi nggak bisa ternyata karena disana nggak sebebas itu *sigh*

besoknya kita jalan lagi, ke pantai dolphin dan ke warung tepi bukit. di pantai cuman numpang foto-foto doang. nggak ada satupun yang mau nikmatin dengan main air di pantai atau sekedar main pasir. perut lapar karena belum terisi *ya menurut ngana?* akhirnya kita pergi makan ke warung tepi bukit itu. pemandangan dari atas bukitnya itu bagus banget. kita bisa liat kota bahkan pantai dari sana. sayangnya gue nggak bawa ponsel atau kamera buat mengabadikan momen disana. tapi otak gue merekam semua keindahannya kok. nggak nyesel!

dan anyway di hari itu sebenernya penuh dengan drama. dramanya dimulai saat iyad tiba-tiba ada kerjaan, eka marah-marah karena kita bakal ngaret, gue yang dimarahin iyad karena ngedesak agar selesaiin kerjaan nanti aja, dan nggak tau tujuan kita yang sebenernya mau kemana. sampe akhirnya gue bisa rayu dia dan kita semua berangkat. di tempat tujuan masih drama juga. berantem di lokasi tapi ngobrol bahkan nyanyi bareng pas di motor. anyway, dia masih bangjek pribadi gue wkwk.

lalu hari selanjutnya gue ke air sanih pagi-pagi buat berenang lagi! ya nggak pagi juga sih, udah jam 11an gitu mataharinya udah terik banget. untungnya disana sepi. banyak banget yang berubah dari terakhir kali gue kesana barengan riad. sorenya kita balik ke denpasar dan menutup hari dengan karaokean bareng.

besoknya sih si dets harus balik ke jakarta. subuh-subuh gue anter dia ke airport dan kisah gue pun bermula disini.

umm kayaknya gue harus buat beberapa part deh ya.. kepanjangan ini khak~ bhay

Badung, Mixed Affective, 1 August 2016

Saturday, 9 July 2016

Dilemma

Posted by wulansetya at 11:39 0 comments

hello again! agak lebih melow dari biasanya. padahal masih di bali, pulau yang selalu bikin gue rindu~

banyak banget rasanya yang gue pikirin akhir-akhir ini. masalah cinta sih yang utama. gue pernah berpikir untuk mendewasakan ego sebelum memulai suatu hubungan. gue tidak pernah berkeinginan untuk memaksakan perasaan orang lain terhadap gue.

gue yakin dengan keputusan yang telah dipilih sebelumnya, bahwa, kita masih belum dewasa untuk memulai suatu hubungan. kita masih sama-sama berfokus pada ego masing-masing. dan kita masih haus dengan segala bentuk kebebasan.

tapi, dengan beberapa hari gue menginjakkan kaki di pulau ini dan melewati hari dengannya. tiba-tiba muncul hasrat untuk memiliki, bahkan cemburu.

gue dilemma parah.

gak seharusnya gue punya hasrat untuk milikin dia saat ini. gue nggak ingin membencinya secepat itu. gue masih ingin terus menyayanginya, menjaga hatinya sampai kapanpun. gue ingin jadi orang yang selalu bisa dia andalkan, jadi tempatnya melepas segala kepenatan dari rutinitas. sama seperti gue mengandalkan dia dan menjadikannya penawar dikala lelah.

gue nggak ingin benci terlalu cepat. iya, karena gue anaknya suka berekpetasi lebih. dan dia anaknya sungguh menjengkelkan hingga kadang ngebuat gue bete setengah mampus. gue takut dikecewakan. kalo gue udah terlalu sering kecewa, lama-lama gue akan jadi orang yang menyebalkan.

gue nggak pingin hal itu terjadi. karena gue sayang sama dia.

mungkin gue sedang diuji, seberapa ikhlas perasaan gue ke dia.

Badung, Mixed Affective, 9 july 2016

Wednesday, 6 July 2016

[Random Talk] Unexpected Question

Posted by wulansetya at 18:31 0 comments

hai blogland!

ketika menulis ini, gue sedang di perjalanan menuju Pura Dalem Ped, diNusa Penida. pagi buta men kita berangkat. ini masih sangat gelap. gue hampir nggak bisa tidur semalaman. tapi ditemani riad begadang sampe jam 1 pagi~

nggak usah ditanya seberapa bahagianya gue saat ini ya, punya orang yang sangat bisa diandalkan dan bisa menguatkan. gue mau puas-puasin untuk mandang dia secara langsung sebelum gue pulang.

anyway ada kejadian lucu! kemarin, gue abis jalan sama sepupu-sepupu dan satu keponakan gue. balik jalan dia line gue untuk beliin es krim, tapi karena gue jalan kaki, jadi nggak gue beliin *evil laugh*

sampai rumahnya, dia lagi main-main dengan anjingnya~ setelah salaman sama mama, gue langsung menghampiri doski dan bilang, "ice creamnya nanti aja ya. kau beli sendiri" setelah ngobrol ngobrol, lalu gue dan dia memutuskan untuk masuk ke dalem rumah.

di dalam rumah, ada eka, mama, mbok ratih (kakaknya riad), mitha (adeknya riad). mereka lagi ngobrolin tentang kejahilan riad ke adeknya tadi pagi. ngobrol ngobrol ngobrol. tiba-tiba mama bilang ke gue, "lan, cariin je riad pacar, anak kayak gini keburu lapuk ntar".

gue diem.

riad diem.

kita saling pandang sesaat, lalu gue senyum ke mama. gue nggak bisa mengucapkan sepatah katapun.

iya lah maaaa, aku sayang sama anak mama loh iniiiii, masa suruh aku cariin pacar buat orang yg aku sayang?

enggak. gue nggak ngomong gitu ke mama kok. cuman dalam hati saja.

lalu kitapun melanjutkan obrolan seperti biasa. tanpa menjawab permintaan mama, tentunya. diruangan udah mulai sepi. cuman tertinggal gue, mama, riad dan mbok ratih. gue tiduran di samping mama. tapi riad ngejahilin gue, dia nggak mau gue tidur disana~

dia seakan tahu sama perasaan gue yang awkward banget diminta kayak gitu sama mama. setelah mulai mencair. bapaknya masuk dan bilang ada mangga diluar, kalau ingin bisa ambil dan makan. tapi gue menolak, sampe akhirnya riad bawa kabur hh gue keluar, dan mau nggak mau gue harus ambil balik hhnya

tapi dia nggak ngasih handphone gue begitu saja~ dibacain line gue, instagram sampe notes beginipun dibaca -_- sampe tiba-tiba dia minta gue duduk di sebelahnya untuk foto bersama.

tumben!

dan dia mengambil beberapa foto kita berdua. salah satunya (yg paling mending dari yang lain) gue upload di path. yang biasanya nggak pernah mau diajak foto berdua, tiba-tiba mau diajak foto, bahkan dia yang ngajak~

sejenak gue lupa masalah pacar pacaran. gue menghampiri mama yang lagi ngobrol sama tante gue, ternyata bahasnya pacaran juga. dan mama nanya ke gue, "kamu masih kan pacaran sama orang bali?"

eh what? "it's so last yer ma, udah nggak aku mah single happy~".

aku maunya anak mama aja. yang itu tuh~ :p

with love,

Bangli (menuju Nusa Penida), Mixed Affective, 6 July 2016

Sunday, 22 May 2016

[Random Talk] Move On = Mitos

Posted by wulansetya at 00:08 0 comments

LOOK LOOK! siapa yang bilang ulan move on? bilang sama gue!

barusan n.. *ilang sinyal* love video ogut di instagram. terus terus gue hebring sendiri dong, khak. teriak teriak, loncat kegirangan, padahal kalo orang normal (baca: ga ada perasaan), pasti ngerasa "elah biasa aja, baru di love doang".

eh sis kayaknya kita beda dunia deh :))

gue juga enggak paham sih kenapa bisa seheboh itu reaksinya pas liat notification di hh. yang jelas seketika hormon endorphine dalam tubuh gue keluar dan memberikan rasa nyaman yang membahagiakan *tsakeup gak tuh bahasa gue?*

every little thing that he did. I just LOVE IT!

sounds crazy.

belom ada sebulan loh gue bilang mup on, khak. penyakit berbau doi kayaknya perlu gue hilangkan nih. bahaya men bahayaaaaaaaaa *tutup mata*

lalu pangeran? masih di hati kok, tenang. 

***

about the video, he's Rayi from RAN, rapping a song titled "Jadi Gila". I just love their song. and I knew he love them too.

jadi tadi ceritanya gue ke closing mzr cup, annual event di sekolah gue. kali ini guest starnya RAN *aaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk* rela dateng ke monjer cuman buat nonton RAN terus balik makan keluar.

gak paham aselik sama orang yang suka take video di konser gitu. nggak nikmatin eventnya banget sih. barusan nyoba dan ternyata emang butuh effort banget buat dapetin video yang bagus dan nggak goyang goyang.

aku kok sebagai penikmat musik malah risih nggak goyang goyang waktu denger musik wkwkwk *ki opo ta, lan?* I mean ya dateng ke konser musik ya buat gue sih, jelas untuk nikmatin musik, nikmatin mahakarya Tuhan (baca: RAYI), sama joget. karena musik tanpa joget rasanya kurang, khak. bukan yang cuman diem, ngerekam video tanpa enjoy the eventnya.

moonzher cup tahun lalu aja gue nggak punya videonya sama sekali, karena.... nggak kepikiran. gue terlalu asik dancing, karena seriously, dijenya keren-keren, musiknya asik banget, and I just couldn't stop dancing hahaha

nanti mungkin akan gue tulis full event reportnya~

orite, see you later on my next post!

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 21 May 2016

Friday, 20 May 2016

[Course Life] Kisah Kakak Pelatih

Posted by wulansetya at 22:13 0 comments

"hai lan, baru datang?"

seseorang itu menyapa gue yang baru aja masuk ke tempat kursus yang sering gue omongin itu. itu adalah kak ferdi, vocal coach gue.

"hallo, kak! iya nih" gue membalas sapaannya dengan senyuman termanis yang gue miliki. hari ini gue memakai tanktop dengan aksen prints di depannya, cullotes biru donker kepunyaan ibu, lace loose cardigan, sandal jepit bermote, memakai bedak tipis-tipis dan lipstick nude favorit serta rambut bergaya pony tail.

"kamu keliatan dewasa kalo kayak gini" tiba-tiba tangannya sudah dirangkulkan ke bahu gue. "kamu masih belum punya pacar kan?" tanyanya tiba-tiba

"hahahah belom lah" jawab gue bercanda. padahal pikiran gue melayang ke sosok laki-laki yang jaraknya beratus-ratus kilometer dari tempat gue berpijak. hallo bapak super sibuk!

"mau nggak jadi pacar kakak?" kata itu terlontar tepat ketika kita memasuki kelas.

dan jawaban spontan gue, "puhahahaha, makasih loh kak"

"apa?" tanyanya

"..." gue gak menjawab sepatah katapun. karena gue sih paham itu cuman bercanda, jadi yaaa gue nggak berusaha untuk seriusin juga kata-katanya.

lalu dia bilang, "kamu mirip banget sama teman kakak namanya yaya" dia berusaha untuk mencari kontak whatsappnya, lalu menunjukkannya ke gue. "mirip kan?"

"yang ini?"

"iya, mirip ya? wajahnya bali bali gimana gitu"


***

skip skip

gue sih enggak ngerasa baper sama sekali dengan apa yang terjadi sebelum-sebelumnya. well, sebelumnya sih dia cuman bilang, gue cantik lah, kalo belum punya pacar mau dipacarin. atau ketika doi tau gue udah putus, dengan santainya bilang 'daftar dong jadi pacar kamu?'

karena gue nganggep itu semua bercanda aja sih, nggak yang serius-serius banget. suasananya juga lagi dalem kelas biasanya. ngerasa kayak angin lalu aja lah gitu. sekarang bercanda sepuluh menit kemudian... lupa.

dan barusan juga gitu. langsung lupa dan nggak anggap serius. eh tapi tiba-tiba sampe rumah kok baper ya? kepikiran nggak biasanya dia mau ngelatih gue jam 8 malem, hari senin pula di minggu depan. ya paham sih buat konser. tapi kan kan.... akoh capek jangan dipaksa juga sih~

yawdalah vye~

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 20 May 2016

Tuesday, 3 May 2016

Less Drama, please!

Posted by wulansetya at 21:19 0 comments

kali ini gue nggak mau berjuang sendirian. gue harus berjuang untuk diri sendiri. kalo emang sudah pantas untuk dicintai sm doi ya kita fight bareng. less drama!

gue benci sama drama dramaan. yang gue butuhin itu cinta bukan dramanya. I hate for being dramaqueen. bukan apa2 tapi emang itu melelahkan. apalagi gue sm dia terpisah jarak. no no no no, I have to beat myself before I ruin my own relationship!

dan gue juga belum tahu pasti dengan apa yang ada dipikirannya. well, sebenernya mudah dengan lo lihat makna terselubungnya. tapi kadang otak ga semudah itu untuk menangkap apalagi mencerna semua kode kode yang bertebaran. belum lagi kalo ternyata itu bukan kode. ugh.

but on top of it. gue teringat salah satu kalimat yang diucapin kinoy saat kita sedang supper di nasi goreng mafia, "ungkapin perasaan bukan berarti lo nembak dia. lo ungkapin aja perasaan lo, yang namanya cowok pasti dia mikirin kok perasaan kita". noted. anyway ini suggest buat sheila ya bukan buat gue. tapi tetep dicatet karena ada benernya juga.

ah gue gak paham lagi ngomongin apaan :))

Tangerang Selatan, Mixed Affective, 2 May 2016

Sunday, 24 April 2016

Jatuh Cinta

Posted by wulansetya at 01:21 0 comments

jatuh cinta itu merasa senang ketika mendapat balasan "hi" dari sang gebetan.

jatuh cinta itu ketika tiba-tiba gebetan mengupload foto kece terbarunya di Instagram.

jatuh cinta itu menemukan sebuah tweet yang lo rasa ditujukan hanya buat lo.

jatuh cinta itu ketika dia mengajak lo jalan ke suatu tempat dan update di path dengan mentag nama lo.


jatuh cinta kadang memang sesimple itu. tapi juga tak pelak lebih rumit dari rumus matematika yang tak dapat kau pecahkan. teknologi memudahkan urusan percintaan namun tak jarang menimbulkan pertengkaran.


jatuh cinta yang rasanya seperti kupu-kupu sedang menari-nari.

jatuh cinta yang rasanya ingin tersenyum setiap saat dan menunjukkan pada dunia bahwa engkau orang paling bahagia.

jatuh cinta yang dirasa lebih nikmat dari orgasme.

jatuh cinta... tapi bukan pada orang yang tepat.


Tangerang Selatan, Mixed Affective, 24 April 2016

Monday, 11 April 2016

Pindah Hati

Posted by wulansetya at 14:12 0 comments

hello~ gue over productive kah? hahaha baru tidur 2 jam barusan dan sekarang gue terdampar dikampus. sendirian. wifinya nggak konek sama sekali. batere nb habis, gue pake buat nonton AsNTM season 3 barusan :'( padahal niatnya mau streaming atau download AsNTM season terbaru *mahasiswa macam apa ini?*

barusan ditemenin sama salah satu teman sma gue via chat. dia bilang bersiap untuk pindah hati. umm. mengingatkan gue akan seseorang. yes, buat kalian yang udah ubek-ubek blog ini dari lama pasti paham. gue pun baru pindah hati. proses move on nya lama tjoy.

setiap gue ketemu sama Sheila, temen gue, selalu bilang, "gue siap move on". namun kadang yang bikin iman gue goyah adalah hal sepele bernama mimpi. kadang, tiba-tiba tanpa gue pikirkan, pun tanpa gue inginkan, dia muncul gitu aja nemenin tidur gue. dan ketika gue terjaga, tingkat penasaran meningkat drastis, tingkat baper juga mulai menguat. dan gue akuin, gue emang lemah *lambai-lambai ke kamera*

kadang kalo udah lemah, si Sheila bakal ngomporin dengan ngehubungin yang bersangkutan. tapi entah kenapa setiap kali gue berhubungan sama dia, gue semakin takut. gue semakin.. tidak berharap, hati gue yang biasanya hangat saat ada pesan dari dia, tetiba dingin, sinis. nggak bahagia lah ya.

sebenernya kita sama sih, tiap sheila bilang, "gue akan pindah hati" gue selalu kompor. ngebuat semangat dia yang udah patah-patah berangsur bangkit, ngasih sedikit harapan-harapan yang... gue juga ga tau sih itu asli atau palsu.

sekarang gue udah pindah ke hati baru. masih belajar sih buat mengerti gimana hati itu bekerja, hati yang belum nerima keberadaan gue sepenuhnya. tapi yang gue merasa nyaman berada di hati baru, rasanya gue sangat siap untuk benar-benar meninggalkan hati yang lama.

dari tadi panjang lebar ngomongin hati, sok paham banget sih lo lan sama hati?

hahahah yaaaa intinya sih, kalo lo benar-benar memiliki keinginan untuk pindah hati, fight for it. gue yakin kok, akan ada suatu hal yang lebih layak untuk kalian cintai.


Jakarta, Mania, 11 April 2016

Sunday, 10 April 2016

Pengakuan

Posted by wulansetya at 22:57 0 comments

gue nggak bisa nunggu lebih dari 24 jam buat nulis ini. semuanya campur aduk di otak gue, rasanya mau dimuntahin aja gitu ke yang bersangkutan.

aelah lan, baper amat. idup jangan dibuat baper deh! inget logika jalan, jangan hati terus yang dipikirin. hati lo jelas salah kok lan! ya kan bep?

jam 3 pagi gue kebangun dan enggak bisa tidur lagi. sok memecahkan kode yang belum tentu diberikan. menyimpulkan dari data yang belum valid. salahkah gue untuk sayang sama orang lain yang tidak seharusnya gue sayang? eh, lebih tepatnya... cinta.

gue sayang, gue ada effort, tapi gue nggak mau untuk melangkah lebih. gue lebih nyaman dengan apa yang gue jalanin saat ini. jiwa gue terlalu berantakan untuk dihuni oleh pemilik baru. pikiran gue terlalu luas untuk dibatasi dengan hal-hal sepele mengenai hubungan. no. gue ga mau dibatasi, gue masih pingin bebas kayak burung. bukan bebas kayak burung kamu mz :))

dan sebenernya gue nggak mau merusak effort yang gue buat untuk sayang sama kau-yang-tak-boleh-disebut-namanya 😂

gue rasa gue masih cukup bertanggung jawab dengan hidup gue saat ini. kamu nggak perlu khawatir. walaupun jiwa aku bebas kesana kemari, hati aku udah buat kamu kok *apasih lan?* *krik krik*

dan buat kamu yang lain disana, maaf, aku paham belum ada aku (lagi) dihati kamu. sebaiknya jangan kita lanjutkan hubungan kita. aku nyaman dengan ke-kakak-adekan-zone yang kita buat dahulu. jangan paksakan hati kalo emang belum siap untuk memulai suatu hubungan. dan akan lebih nyaman bagi kita untuk tidak terikat ;) wish you luck, dude.

Tangerang Selatan, Mania, 10 April 2016.

Saturday, 9 April 2016

New Moodbooster

Posted by wulansetya at 15:45 0 comments

gue terlalu bahagia terhadap diri gue sendiri. terhadap hidup gue, apa yang gue jalani saat ini. gue jatuh cinta lagi. bukan sama orang yang seharusnya. mungkin akan gue tulis kapan-kapan.

gak paham lagi, gue mulai senyam senyum sendiri ngeliatin fotonya. bahkan gue ketawa saat doi ngirim gambar dirinya. bahagia. iya gue bahagia. seperti yang pernah gue post sebelumnya.. gue benar-benar deeply madly in love sama anak ini.

selera gue nggak bergeser ternyata. kenapa cowok kacamata itu bisa ngebuat orang seribu persen lebih keren ya di mata gue? bahahaha

anyway gue mimpiin doi semalem, mungkin karena gue sedang lelah, atau mungkin gue sedang rindu. sentuhannya, ciumannya, napasnya, senyumnya, bayangannya terlalu nyata sampai gue ga bisa bedain apakah itu mimpi atau nyata. tapi mimpi itu seakan jadi moodbooster gue hari ini.

well. apa gue udah bilang kalo gue deeply madly in love sama anak ini? hahaha

Tangerang Selatan, Mixed affective, 9 April 2016
wulan

Friday, 11 March 2016

Deeply Madly in Love

Posted by wulansetya at 00:43 0 comments

I'm madly, deeply in love with this guy.

setiap kali gue liat wajahnya, senyumnya, tawanya di layar sempit ponsel ini pada saat video call-an, hati gue ngerasa bahagia. iya, bahagia mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan gue. dia mungkin nggak tahu, kalo gue udah mulai adiksi sekarang. gue pengen terus-terusan liat senyumnya, lihat wajahnya, denger suaranya walaupun tak berjumpa secara langsung.

dia mungkin juga gak tahu, kalo diam-diam gue selalu memperhatikan apapun tingkahnya selama kita berhubungan. tapi dia mungkin tahu, kalo saat ini cuman dia penawar gue saat sedang benar-benar merasa lelah.

memandangi fotonya mungkin udah jadi hobby gue saat ini, membaca kembali chat kita berdua mungkin sudah menggantikan kebiasaan gue untuk baca novel fantasi. iya dia seperti dongeng buat gue. melihat hatinya seperti sedang berpetualang di dalamnya, rumit dan penuh dengan konflik yang tak berujung. namun dia selalu menaikan gue keatas, dan entah kapan akan ia jatuhkan.

orang lain menilai kita lebih baik bersama, tapi dia tidak atau mungkin belum. dan gue pun berpandangan demikian. masih banyak harapan-harapan gue (yang kamu tahu) belum tercapai. masih banyak impian-impian yang harus dia raih. kita berjanji untuk tidak merusak hal yang baik menjadi buruk.

kadang gue gak bisa menerka, apakah perbuatan manis itu hanya untuk gue? ataukah masih dengan kebiasaannya, manis kepada semua wanita? haha ah benar, malam itu terjawab sudah kan pertanyaan ini?

ada saat-saat dimana gue kangen banget akan hari itu. hari dimana kita melakukan kesalahan. kesalahan yang tetap ingin dia lakukan walaupun diberi kesempatan untuk memutar balik waktu. "karena hal itu yang membuat kita dekat kan?" jawabnya. tapi pernah nggak dia tanya gue balik, apa gue akan tetap melakukan kesalahan itu atau menghindarinya? gue mungkin akan pilih menghindarinya jika tahu saat ini gue sangat sangat tergila dengan dia.

tapi gue bohong, sesaat gue sangat menikmati. bahkan gue masih ingat rasanya, setiap sentuhannya, tiap peluknya. gue suka dengan semua cara dia dihari itu dan gue rasa.. I need it a little more. no, I won't beg you to do either. aku juga tak mengharapkan hal itu terulang lagi. tapi jika gue bisa memutar ulang waktu, tanpa menyesal (lagi) gue akan tetap melakukan kesalahan itu. karena hanya itu kesalahan yang sangat manis~

gue bahagia ketika dia menawarkan diri untuk jadi tempat yang bisa gue hubungi saat dibutuhkan. gue bahagia ketika dia tiba-tiba mengirimkan sebuah lagu, yang dia buat. "menggambarkan dirimu" katanya. lagunya sedih, tapi bikin gue tertawa terbahak ketika mendengarnya. bukan bukan karena liriknya yang sedih, tapi karena suaranya. iya suaranya memang tak merdu, tapi indah, dan selalu gue rindukan. cara dia menyanyikannya begitu lucu, tiap baitnya seakan mengetahui bagaimana diri gue yang patah hati. 

ketika gue membalas chat dengan menggunakan fitur voice note, karena lelah untuk mengetik. dia melakukan hal yang sama, dan tetap membuat gue terbahak mendengarnya. dimana dia menirukan suara kukang yang ada di film animasi zootopia. lucu. banget.

"suara lo kayak cewek" kata yang keluar dari bibirku beberapa tahun silam. yang di balas hanya dengan tawanya. tapi sekarang suara itu bagaikan obat yang ingin selalu gue denger, suara khasnya, dimana selalu ada selipan tawa disetiap katanya. rasanya ingin tiap hari bisa bercengkrama, bercanda seperti yang pernah kita lakukan.

and the question is. are you another "glasses boy" that I can't deny? 

Tangerang Selatan, sentimentil, 11 Maret 2016

Monday, 29 February 2016

Pemeran Utama

Posted by wulansetya at 08:30 0 comments

re-read my conversation with the one I love is a moodbooster, at least for me. bisa senyum-senyum sendiri atau kadang kalo pernah bahas tentang kehidupan, bisa jadi self motivation juga. gue punya kenalan, seseorang yang tinggalnya jauh ratusan kilometer dari tempat gue berpijak saat ini. dia baik, loyal, misterius.

jembatan penghubung antara kita adalah chatting via salah satu aplikasi di ponsel. tiap gue deket sama dia, pasti keadaannya lagi patah hati (guenya). yang terakhir juga gitu, sampe akhirnya gue bilang ke dia, "mending kamu jadi pacar kw aku ajalah kalo gini" lalu dia bilang, "kalo nggak sibuk, yaa". dan gue sangat terhibur dengan jawabannya.

sebenernya gue paham, jawaban itu penuh dengan ketidakpastian. dan apapun yg gue tanyakan mengenai hati, selalu dijawab dengan ketidakpastian sama dia. tapi disetiap ketidakpastian itu selalu timbul harapan, harapan buat gue. sadar atau tidak, dia sedang memberikan harapan-harapan buat gue. dan dengan sadar gue ambil harapan-harapan itu hingga waktu yang belum ditentukan.

kenapa dalam waktu yang tidak ditentukan? karena gue ga tau sampai kapan gue kuat untuk diberikan harapan -yang-semoga-saja-tidak-palsu-.

skip skip

lalu ada sebuah percakapan kita di satu hari dimana dengan ketidakyakinan dia bilang ingin memiliki pasangan. kenapa gue bilang dengan ketidakyakinan? karena gue paham dia belum siap untuk itu, melalui jawaban-jawaban yang tidakpasti pula.


dan di hari lainnya.. dia menyatakan diri sudah memiliki pasangan. dan masih dengan ketidakyakinan.

gue mencoba untuk meyakinkan dia, tapi lagi lagi jawabannya merupakan suatu ketidakpastian. lelah? mungkin saja bagi mereka yang realistis. tapi cinta kan gak semudah itu? :) jika memang semudah itu, pasti gue lagi ada ditahap moveon karena gumoh di phpin :D tapi nyatanya gue masih stay.

bukan gak mau move on.. tapi secercah cahaya, meyakinkan.


Tangerang Selatan, keinginan untuk (juga) menjadi pemeran utama, 29 Februari 2016

wulans

 

a little dream Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos